Senin, 27 April 2020

Dakhak Sang Pelok


Lahir dan dibesarkan di keluarga petani kopi mengajarkan saya bagaimana rasa pahit dan manis di satukan menjadi sebuah kenikmatan sajian secangkir kopi.

Mengajarkan bahwa pahit nya kehidupan akan berakhir manis apabila dijalankan dengan penuh keikhlasan.

Walaupun bertani kopi hanyalah pekerjaan sampingan yg kedua orang tua sya tekuni setelah pekerjaan dkantor selesai, tapi hasil dari petikan kopi inilah yang membuat keluarga kecil kami hidup dan mencukupi kehidupan.

Satu pesan dari mereka berdua yang selalu  saya ingat adalah
"ULIH DAKHAK SANG PELOK KUTTI DAPOK SEKULA"

Nasihat itu yg selalu diingat dan akan selalu menjadi pacuan agar kelak dapat memberikan penghargaan yg tak ternilai untuk mereka berdua..

Selasa, 29 Agustus 2017

Adat tentang Kematian

Sudah menjadi adat dan kebiasaan di daerah Sekala Brak apabila ada kaum kerabat,  sanak family yg meninggal dunia untuk melakukan hal hal yang bertujuan memberitahu sanak saudara jauh bahwa ada saudara yang meninggal dunia dan memberikan penghormatan terakhir kepada alm. /almh. Diantaranya :

1. Mengutus seorang yg dipercaya untuk mengumumkan kabar duka tersebut kepada sanak sudara dekat maupun jauh.
2. Memukul atau Menabuh Kelekkup yg menjadi tanda bahwa telah ada saudara yg meninggal dunia.

3. Mendekorasi atau memasang dandan seperti dandan pengantin lengkap dengan ranjang untuk tempat disemayamkan jenazah sebelum dimandikan dan disholatkan. Ketika jenazah diberangkatkan ke pemakaman maka dandan harus langsung dibuka.

4. Pada malam hari nya diadakan takziah sesuai tata cara islam,  dan mengadakan Sembahyang Hadiah.

5. Semua yg hadir melayat disuguhkan makanan dan minuman ala kadarnya sebagai ungkapan terimakasih atas kehadiran dan bantuannya,  atau yg lebih dikenal dengan istilah Ngepapakhadu.
Maksudnya adalah menyelesaikan segala urusan alm/almh semasa ia hidup.

6. Mengadakan takziah sampai hari ke tiga yg disebut Niga Khani.

7. Mengadakan tahlilan malam ke tujuh yg disebut Nujuh Khani.

8. Mengadakan Tahlilan malam ke sepuluh yg disebut Ngebatang Puluh

9. Mengadakan tahlilan malam ke 40 yg disebut Ngepak Puluh Khani.

10. Mengadakan tahlilan malam ke 100 yg disebut Nyekhatus Khani.

11. Memperingati haul atau wafatnya alm/almh setelah setahun yg disebut Nyetahun.

12. Khusus untuk Saibatin pada waktu diantar kepemakaman maka tidak dibawa dengan keranda melainkan dibawa dengan keranjang besi lengkap dengan dandan ranjang penganton sampai ke pemakaman.

Sumber : Kambas kudan Dipekon (Dipati Cakranegara Kagungan Batin Pekon Awi)
Ditulis ulang : Bima Novian Zurlan

"Bayuk" Salah Satu Alat Rumah Tangga Khas Sekala Brak

Jika ditanya tempat menaruh nasi khas Sekala Brak maka yg kita tau adalah "Lakkai"

Padahal ada lagi benda yg terbuat dari anyaman bambu berbentuk persegi panjang berukuran kira kira 30x20cm.
"Bayuk" merupakan benda yg dahulu biasanya digunakan oleh orang Lampung di Sekala Brak untuk menaruh dan membawa nasi ketika akan bepergian dan atau hanya sekedar menaruh nasi dirumah.
Fungsi nya yg hampir sama dengan lakkai ini yg membuat orang menggunakan Bayuk ini agar nasi tetap bagus dan tidak basi.

Pada zaman sekarang,  Bayuk sudah jarang kita jumpai. Bahkan hampir tidak ada lagi yg memilikinya dan mebuatnya. Berbeda dengan lakkai yg sampai saat ini masih ada pengrajin dan penjualnya.

Selasa, 26 Juli 2016

Keputusan Hasil "Himpun Sai Batin Paksi"

Bismillahirrohmanirrohim

Berkat rahmat Allah Swt. serta dengan didorongkan rasa tanggung jawab sebagai pewaris Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak pelaksanaan Himpun Adat Sai Batin Paksi telah dilaksanakan bertepatan dengan Festival Sekala Brak III tahun 2016.

Pada hari ini Kamis tanggal dua puluh satu juli tahun duaribu enambelas (21-07-2016) bertempat di Gedung Dalom Pekuwon Ratu Kepaksian Nyerupa kami 'Sai Batin' Raja Adat Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak Lampung melakukan "HIMPUN ADAT SAI BATIN PAKSI" (musyawarah agung Sultan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak) dengan hasil keputusan sebagai berikut :

I. Bahwa dengan memperhatikan ejaan huruf lampung khususnya di Negeri Asal Sai Batin dipandang perlu merubah kalimat BGHAK menjadi BEKHAK (huruf G menjadi K)

II. Bahwa dalam rangka pelestarian seni dan adat budaya lampung yg ada di Bumi Sekala Bekhak dipandang perlu merubah nama-nama desa/pekon menjadi nama-nama dalam istilah Lampung.

III. Bahwa dipandang perlu mengevaluasi kembali realisasi hasil keputusan Himpun Adat Sai Batin Paksi tahun lalu (2014-2015)

IV. Agar Pemerintah Daerah Lampung Barat untuk dapat membuat monumen Tugu Paksi Pak Sekala Bekhak di Way Mengaku Liwa Ibukota Lampung Barat.

V. Agar Pemerintah Daerah melalui Dinas Kehutanan untuk dapat mengikutsertakan Sai Batin Paksi Pak Sekala Bekhak dalam pengawasan, pelestarian dan pengakuan hutan ulayat hak masyarakat adat sesuai keputusan MK. No 35/Pi.u/2012 yg menetapkan hutan adat.

VI. Agar Pemerintah Daerah Lampung Barat senantiasa menggali dan mempromosikan budaya kearifan lokal yg ada di Bumi Sekala Bekhak.

Demikian hasil Himpun Adat ini dibuat untuk disampaikan kepada pihak Eksekutif dan Legislatif Kab. Lampung Barat guna dipertimbangkan dan ditindak lanjuti.

"Gedung Dalom Pekuwon Ratu" Kepaksian Nyekhupa , 21 Juli 2016

SAI BATIN KEPAKSIAN NYEKHUPA

              dto.

Drs. Salman Parsi
glr. Sultan Pikulun Jayadiningrat


Tembusan disampaikan kepada Yth.
1. Bapak Gubernur Lampung
2. Ketua DPRD Lampung
3. Bapak Bupati Lampung Barat
4. Ketua DPRD Lampung Barat

Rabu, 09 Maret 2016

Sistem Perkampungan di Sekala Brak

"Sistem Perkampungan di Sekala Brak"

             Oleh: Bima Novian Zurlan
      Sumber : Among Batin Raja Sunan

    Dalam bahasa Lampung (dialek A) Kampung yaitu PEKON, yaitu suatu tempat yg terdiri atas rumah rumah yang dijadikan sebagai tempat tinggal secara menetap.
Apabila tempat tersebut tidak dijadikan tempat menetap dan hanya sementara waktu dan kemudian berpindah tempat lagi maka di sebut UMBUL, seperti halnya di kebun dan ladang. (contoh: Umbul Liokh, Umbul Bakhu, Umbul Cincau, dsbg.)

    Dapat disebut pekon juga apabila disitu telah ada sistem kekerabatan  adatnya, berarti disitu telah ada yang duakui sebagai pemimpin adatnya (dalam hal ini Kebot,Jukkuan,Sumbai, dsb.)

   Letak perkampungan orang sekala brak ada dua macam yaitu:
1. Dipinggir sungai, karena pada zaman dahulu belum ada jalan raya, melainkan sungai sebagai sarana penghubung dari satu tempat ketempat lain.

2. Diatas gunung, biasanya orang membuat rumah yang disekitar rumah nya merupakan jurang atau tmpat yg terjal, dimaksudkan sebagai upaya perlindungan dari binatang buas dan musuh.

   Pada sekeliling kampung terutama bagian depan kampung dibuat parit yang dalam dan diatas parit tersebut dipasang jembatan yg sewaktu waktu dapat dipasang dan dilepaskan. Dengan demikian musuh musuh mereka tidak dapat masuk kedalam perkampungan.

   Akan tetapi sekarang letak perkampungan ini sudah berubah, yaitu mengikuti alurnya jalan raya, karena mereka merebut fasilitas seperti kemudahan transportasi dan penerangan listrik, juga dapat dijadikan tempat usaha. Sehingga banyak kampung atau pekon yang berdiri sudah ratusan tahun akan tetapi tidak dipinggir jalan raya, lalu ditinggalkan dan sekarang menjadu hutan belukar.

Rabu, 24 Februari 2016

Butattah / Pengumuman Gelar Adat

Butattah

Khanno dia pun
Kham khuppok pakhda nengis
Jak selang bidang khuang
Jak suku unggal paksi
Sai nengis ya musenang
Sai tukhuk jadi saksi

Canang mulai budetang
Budetang kaunang unang
Jak jaoh jak pasuk ni
Jo canang hacak ya tanno
Kittu bang lain canang
Mak canang hacak ya tanno
Hinno sai kekhamahan

Canang kepaksian pernong
Warisan kanjak saka
Sapa nengis ya minong
Sapa ngaliak ya hila

Canang sepungguk khayu
Melibukh didunia
Sapa nengis ya khindu
Telaju pedom saka

Indani tupai tanoh
Disebekhang ni lautan
Sapa nengis ya iwoh
Pedom mundukh nginongan

Sikindua jo dija
Dikayin tian khuppok
Tiyan khuppok sai batin
Sai batin ni sai batin
Sai batin paksi pak sekala brak
Sai batin kepaksian pernong

Haga ngebakhko adok demi cakha pengadok

Nengis cawa kemanno
Kutulak skindua
Ngucakko mawat pandai
Kedua mak kuwawa
Ketelu mak kehalu
Keepak mak kebukak
Kelima mak biasa
Keenom mak ke angon
Kepitu mak kebindu

Kidang payu do khayya
Nyin kham khuppok ngelajuko guai

Nyom sinyom lalang sinyom
Ipon tandok suwasa
Lamon ulun sai nalom
Mak dikayin saibatin dija

Nyom sinyom lalang sinyom
Ipon mas kebelah kanan
Lamon sai mupunalom
Kidang skindua sai manan

Ngebalakko tayuhan
Dikhani kebian sinji
Temon hanjak mupappan
Kuppul unyin minak muakhi

Sukur kik sangon pandai
Lehot sikam tah salah
Sai nambi muli mekhanai
Jak tanno babbai khik khagah

(Pembacaan SK adat)

Dekhai dekhai ngelahai
Babbai nyepok penyapu
Cuba tengis kutti pai
Adok sai nomor satu

Khayya kik injuk Atin Beliauan
(Nama) jo buadok (gelar adatnya)
Puunn kham khuppok pakhda nengis

Dang ngelagok di kijing
Sangon sekhaba tikkak
Tattu ya timbang mikhing
Kik babbai mak ti cacak

Khayya kik injuk Gusti Batin
(Nama) jo buadok (gelar adatnya)
Puunn kham khuppok pakhda pandai

Indani tupai tanoh
Kena sembetik lihai
Jak tanno sappai jimmoh
Adok haga tipakai

Kik menukhut kutti pai
Sai kejung sai balikni
Kidang hattak ija pai
Waktu na jo sebagi

Dekap dekap mehuap
Seluang di way maja
Skindua kilu mahap
Kik salah tata cakha

Minggu, 17 Januari 2016

Alat Berarak / Lapahan dilom Jukkuan Paksi

Alat Berarak / Lapahan dilom Jukkuan Paksi
Paksi Buay Pernong
Paksi Pak Sekala Brak

Oleh: Bima Novian Zurlan

•Tudung Khanggal 1 Warna Hijau
•Tudung Khenoh
•Pedang 1
•Tumbak 1
•Lappit Pesikhihan 1
•Lappit Salinan 1
•Panji panji 6 buah

Penjelasan:

1. Tudung Khanggal berwarna Hijau
Yang dipayungi dibawah Tudung Khanggal adalah Anak Tertua Gadis Kepala Jukku (Muli Batin Jukkuan Paksi) dan atau Istri Kepala Jukku (Radin Ayu Kesuma). Atau dapat juga orang yg ditunjuk namun masih memiliki ikatan darah dengan kepala jukku.

2. Tudung Khenoh digunakan untuk memayungi pengantin baik laki² maupun perempuan.
Dalam hal ini tudung khenoh berukuran lebih kecil yaitu hanya panjang ½ dari tudung khanggal.

4. Pedang di sebelah kanan Tudung Khanggal menjaga keamanan Mulli Batin.

5. Tumbak disebelah kiri Tudung Khanggal menjaga keamanan Mulli Batin.

6. Lappit Pesikhihan ,merupakan alat menyirih dan tikar alas duduk yg dijunjung dikepala menggunakan Pahakh. Berada di sebelah kanan depan Tudung Khanggal.

7. Lappit Salinan, merupakan alat pakaian pengantin apabila pengantin hendak diantar atau BUATTAK. Berada di sebelah kiri depan Tudung Khanggal.

8. Panji Panji atau Alam berjumlah 6 buah. (3 dikanan dan 3 dikiri)

Jumlah panji panji : Apabila panji panji Turun langsung dari Rumah Kepala Jukku maka panji panji berjumlah 6. Sedangkan apabila panji panji turun dari Lamban syahibul hajat yg masih merupakan Jamma Balakni Jukkuan Paksi maka jumlah nya disesuaikan tingkatan jenjang Adok yg disandang oleh syahibul hajat tsb..

Panji panji yg berjumlah 6 tsb dihitung dr gelar adat Sang kepala Jukkuan dn gelar jamma balakni jukkuan tsb, yaitu : 1.Raja 2.Batin 3.Khadin 4.Minak 5.Kimmas 6.Mas

Jumlah panji panji juga dapat dipakai sesuai ketentuan dan perintah kepala Jukku.

Sumber:
•Among Batin Raja Sunan Lamban Kejayaan Kegeringan Kepaksian Pernong.

•Buku Kambas Kudan di Pekon : Depati Cakranegara Lamban Kagungan Batin Pekon Awi

Jumat, 15 Januari 2016

Dandan / Dekorasi Adat Alat kebesaran Jukkuan Paksi dalam Adat Paksi Buay Pernong

Dandan / Dekorasi Adat
Alat kebesaran Jukkuan Paksi
Paksi Buay Pernong

1. Adoq Raja

•Lelangsi 4 helai
•Kelambu 3 lapis
•Kasur 3 lapis
•Battal 3 buah
•Sakkutan 3 kanan 3 kiri
•Laluhukh
•Buah Mutun 3 di Lelangsi 3 di kelambu
•Tabikh
•Kebok Khangok
•Kebok Sekapan

2. Adoq Batin

•Lelangsi 3 helai
•Kelambu 2 lapis
•Kasur 2 lapis
•Battal 2 buah
•Sakkutan 2 kanan 2 kiri
•Laluhukh
•Buah Mutun 2 di Lelangsi 2 di kelambu
•Tabikh
•Kebok Khangok
•Kebok Sekapan

3. Untuk adoq dibawah Batin biasa nya menggunakan dandan biasa.

Namun apabila Sang kepala Jukku mengizinkan untuk memakai dandan Raja/Batin maka dandan dapat dipasang, tetapi harus menyertakan bahwa dandan yg dipakai adalah dandan kepala jukku nya.

4. Untuk yg memasangkan/mendekorasi dandan bukanlah nabbai dripada kepala jukku melainkah Istri istri Kepala Jukkuan Bahmekonan lah yg berhak memasangkan dandan dirumah syahibul hajat.

Sumber :
Among Batin Raja Sunan
Ajjong Batin Radin Ayu Kesuma Kejayaan
Lamban Kejayaan Kegeringan Kepaksian Pernong

Kamis, 14 Januari 2016

"Sukhat Ni Mangatti" Tukkah Busukhat Lappung ( Tanduk bertuliskan Aksara Lampung ) milik Raja Jukku Kejayaan Pekon Kegeringan Kepaksian Pernong

Tukkah Suluh ( Tanduk Merah )

"Sukhat Ni Mangatti"

Binawa keling tiyan telu jong khadin ilip lawan nanga bedak (....) jak pematang muhul mit di petakh balak mit di dakhuyan halipu mit di sikhing dakhuyan halipu mid di kembahang ticakak dibukit sawa tanoh wai tanoh dakhak tanoh tumbuh na suguk tengas na ano sukhat ni mangatti.

Sebul alam ngayin khua jong sihaji di lamban lunik sai nengahi khasan kehippunan khadu banawa khasan kehippunan do tiyan khuppok ni pikko pengikhan minak binawa keling tiyan telu jong khadin ilip di mangatti tengis ngidasar temon tengis ni mangatti.
Sanggal puluh khiyal segala khasan kehippunan ni minak binawa tiyan. Mak mingan lagi sinno tawai ni minak binawa keling (....)
Minak tiyan sanga lamban munggak kittu wat lagi jalan (....)

Hukum na jak (....) kittu ya kaguwaian unyin minak banawa(....)
Sapa pok na di sayya kittu mak seperti saituha na nunggu ya khiyal tiuloh kak tengis sai anjak ni guai tiyan (....)

Tukkah Busukhat Lappung ( Tanduk bertuliskan Aksara Lampung ) milik Raja Jukku Kejayaan Pekon Kegeringan Kepaksian Pernong

Tukkah halom ( Tanduk Hitam )

Ano sukhat nitulis minak panghulu nikayin jimat sampurna kangoratang niusung ni barang sanggal dijimat sampurna sanggal pak ngepuluh tahun. Mulang nom ngepuluh khiyal semaya nom ngepuluh tahun.

Lagi mak ni tiselesai larang kimak huma lima belah khaduna guwai luloh kali pakai lesai (....) tekhangdo khadu metunang merwatin kakhokhitan (....)

Ketelu minak penghulu karena ya imam marga angkatan tua khasedin seranta pangiran penghulu malim ni minak penghulu kuasa hukum agama di marga batu brak.

Titulis dimuakna titahuni dimalam kemis pitu likur bulan sawal tahun (....)
Awal haji sukhat ni muhammad seribu khuwa khatus walu ngepuluh khuwa.

Jumat, 04 September 2015

Hubungan Kekerabatan Turunan Umpu Belunguh Dengan Sultan Banten



awal mula terjalin nya kekerabatan antara turunan umpu belunguh dan sultan banten.
Sedikit sejarah yg d kutip dri buku peninggalan Sultan Ratu pikulun yg berjudul “SEKALA BRAK ASAL USUL SUKU LAMPUNG”
dengan bukti" yg msh ada d keturunan umpu belunguh hadiah2 atau cindra mata dri sultan banten sebagai hubungn kekerabatan.

Umpu belunguh menikah dngn putri dari raja Sekerumong(yg tlh d kalahkn) brnma putri sindi kmudian mempnyai putra brnma umpu siak. Dengan ad nya prkawinan ini umpu belunguh di anggap rakyat nya sbgai orang asli sekala brak. Setelah umpu siak dewasa maka kedudukn raja d serahkn umpu belunguh k pada nya dan demi kian lah strs nya k dudukn raja itu menjdi warisan turun temurun dari ayah ke putra sulung.
  Dari istri ratu atau permai suri mka dri zmn raja2 ke turunan umpu belunguh ini,penulis akan mungurai kn kejadian2 yg trpntng saja, yg dpt mnghiasi lembran sejrah dn d anggp brgna untk pngetahuan ketika cucu umpu belunguh brna umpu JUNJUNGAN SAKTI memegang tampuk pmrnthn sbgai raja, timbul k ingnan nya melawat kekrjan lain, trutma sekali k banten, sbab wktu itu nama k sultanan bnten trmashur k mna2     Dmna mana tmpt pntng dn tanah nya d pandang subur yg di lewati umpu junjungan sakti d tingglkn nya kluargna laki istri srta ank2 nya tujuan untk mengembng kn kluarga nya d tmpt2 lain d utamakan spanjang jalan menuju banten guna memudhkn org2 dalam prjlnan plg prgi k sna kedtangan rombongan umpu junjungan sakti d banten itu. Tdk scra resmi mlain kn menyamar sprti org2 biasa (inc Gonito). Rupanya d kota itu sedang terajdi bencna seorag ank kecil yg tdk k tahuan dri mna asl usl na brjln hilir mdk d sekeliling negri. Barang syp yg melihat nya jatuh sakti terus mninggl. Brmcn2 cara ikhtiar untk mnangkap atau membunh ank it, ttp snan tiasa tdk brhsl. Rkyt kerajan banten tlh bnyk yg tewas shingga sri sultan mnyuruh canangkan d skliling kerjan, bhwa barang syapa,yg dpt mnangkp hidup atau mti jin yg d sbt:sibuyuh akn d bri hdiah sparuh dri kerajan banten terkala umpu junjungan sakti mndngr pnguman bunyi canang itu ia brikhtiar untk mnangkp dn mnewaskn nya brsma hulu balang nya dn akhiryna dpt d tngkp hidup, yg brarti ksaktian jin itu telah dpt d hambarkn.rupanya kulit nya kebal tdk mempn d mkn snjta, krna ketika akn d bunuh beriglir2 rkyt mncba kn senjata nya ttp tdk ada yg melukai nya akhr nya, dngn sblh krs yg di beri nama SENANTAN RANGUH kpla si buyuh dpt d crai kn dari badan nya olh UMPU JUNJUNGAN SAKTI,yg kmudian bdn si buyuh itu lalu d bgi" sdangkn kpla nya d ambl umpu junjungan sakti. Tengkorak kpla si buyuh dn kris senantan ranguh msh d simpan di kenali olh jurai umpu junjungan sakti sbgai knang2 pda msa silam.ktika sri sultan akn memenuhi janji nya mnyrhkn spruh dri kerajaan banten k pd umpu junjungan sakti. Pmbrian it d tolak dn trpksa menrngkn pribdi nya yg sesunggh nya,bhwa k dudukn nya d sumatra(paksipak) adalah raja, Dn memberi prtlngn kpda sesma mnusia adalah wjr,ap lg trhadap kerajan yg mnjdi ttngga krna sri sultn tdk mau mngingkari jnji maka pmbrian dn rasa trima ksh nya di nyatakn nya dngn jalan lain, yaitu mngangkat umpu jnjngn sakti sbgai saudra,dn smpai ank ccu nya kelak di anggp sbgai bangsawan banten. 
Kala pda zman skrg ini pengakuan yg dmi kian dnyatakn dngn surat keputusan /surat pengakuan. Ttpi pd zman dahulu di lakukn dngn cara2 yg lbh nyata.yaitu: sri sultan menyerahkn 1 sarung kris besar (terapang) yg hampir 2 hasta pnjng nya,di buat dari emas dn d tatah dngn ukirn2 yg bagus mata kris nya tinggl pda sultan banten dn mna kala d kelak kmudian hari ada org mmbwa sarung kris yg jenis nya sama dngn yg di berikn sri sultan itu dn ketika di sarungkn, sarung dngn kris nya sdng(cocok,sesuai),maka itu adalah pertanda bagi sri sultan\anak cucu nya,bhwa si pmbwa sarung keris itu keturunan dari umpu junjungan sakti shbt dari kerajan banten dn mempnyai hak di perlakukn sbgai kluarga sultan banten.
    Swktu zmn pangeran jaya di lampung pernah anak nya Ahmad Safei suttan ratu pikulun beserta adk nya Barlian raja penggalang paksi semasa bliau masih brsekolah di Batavia mampir di banten dngn membawa sarung trapang dn di cocokn dngn kris nya di banten pas sekali.
Slain dri itu pula anugrah oleh sri sultan, senjata dn brng2 sbgai brikut
Kris sarung nya d buat dri emas dan gagang nya di buat dri emas pula
Ikat pinggang dngn badungnya dri emas brukir
Dua gelang bung dri emas brlilit(hilang pda zman blanda thn1938)
Tmpt tmbku dari emas brukir (d brkn sbgai tanda mata kepada residen bngkulu W.Y.R.zicok.. Wktu dia akn brngkt k negri belnda thn 1932).
2 payung k bsran atau payung agung.
Dua tunggul atau panji2 k sultanan yg hampir10 mtr pnjng nya.
Dll
Tp kain umbul2 smua ini tlh hancr d mkn rayap.
Dri prjlnan umpu junjungan sakti melawat k banten brabat2 kmudian d tmpt2 yg tlh d lewati nya tlh brdri kampung2 yg bsr,bhkn ada yg telah berbentuk mrga,sprti d kagungan(kota agung) menjelma mnjdi mrga buai blunguh kota agung di gedung pekuon teluk betung dn d cikoneng pantai banten. 


sumber : Buku Serba Serbi Asal Usul Suku Lampung
Ahmad Safe'i glr. Sultan Ratu Pikulun Saibatin Kepaksian Buay Belunguh Kenali

disalin oleh : Bima Novian Zurlan


Selasa, 09 Juni 2015

Kegiatan Muli Mekhanai Pada Saat Acara Nayuh



Kegiatan Muli Mekhanai Pada Saat Acara Nayuh
Oleh; Bima Novian Zurlan

                Kegiatan Muli Mekhanai yang telah ter-adat di lampung barat memang telah menjadi tradisi kebiasaan yg tak bisa di lupakan begitu saja. Kegiatan tersebut masih masuk dalam lingkup Kebudayaan Tradisional yg masih tetap dipertahankan.
                Kegiatan Muli Mekhanai  tersebut diantaranya adalah ketika hendak mengantarkan calon pengantin wanita ketempat pengantin laki laki. Seminggu sebelum dilaksanakannya acara tersebut  adalah ‘Ngagikhik Cabi’ dimana secara bersama sama muli mekhanai tsb melakukannya, begitu juga sebaliknya dilaksanakan pula di kediaman pengantin laki laki. Maksud dari kegiatan ini tidak lain adalah untuk meringankan pekerjaan sahibul hajat dalam melaksanakan tayuhan.
                Lima hari sebelum acara tiba, kegiatan muli mekhanai adalah ‘Kabuah Cambai’ maksudnya adalah mencari Pinang dan Sirih untuk keperluan acara kegiatan dimaksud. Kegiatan ini dilakukan dikebun yang telah ditentukan dan telah disepakati oleh Muli Mekhanai. Dalam kegiatan ini biasanya muli mekhanai melantunkan pantun dan syair yg isinya tentang ungkapan rasa hati yg biasa disebut ‘Muayak’ sehingga pekerjaan pun tidak terasa berat karena adanya hiburan Muayak tsb. Mereka bernyanyi dan berpantun menandakan rasa suka cita karena handai taulan mereka hendak akan melangaungkan pernikahan.
                Kegiatan selanjutnya, tiga hari menjelang hari H kegiatan Muli Mekhanai adalah ‘Napai’ atau membuat tape. Dimana Napai ini dilakukan oleh muli mekhanai Baya ataupun muli mekhanai Selang.
                Kegiatan satu hari lagi sampai waktunya, kegiatan muli mekhanai adalah ‘Nyassal Hahumbu/Nyassal Babukha’ atau membuat bumbu untuk dimasak sebagai sayur hidangan. Selesai dari acara tersebut dilanjutkan ‘Numis Hahumbu’. Jadi muli mekhanai baya menyiapkan kuali besar dan kegiatan numis pun dilakukan oleh semua muli mekhanai baik baya maupun selang.
                Kegiatan selanjutnya adalah ‘Pemarokan’ atau biasa disebut ‘Lempar Selendang/Ngeranting’. Pada acara ini seluruh muli mekhanai .
                Mengakhiri dari segala kegiatan muli mekhanai tsb adalah kegiatan ‘Pangan’ dimana bersama sama muli mekhanai makan bersama dalam satu tempat sebagai ungkapan rasa terimakasih sahibul hajat atas bantuan muli mekhanai selama acara nayuh akan dilaksanakan. Pangan ini juga dimaksudkan untuk menjalin silaturahmi anatara muli mekhanai baya dan muli mekhanai selang.

Sumber: Majalah Canang edisi tahun 2002

Senin, 08 Juni 2015

Huruf Lampung








      Berbahagialah Suku Lampung yg mempunyai Tulisan (aksara) sendiri.Sedangkan banyak suku2 lain yg tdk mempunyai,termasuk pula Kesultanan Palembang yg memakai Huruf Arab.Memanglah sesuatu daerah yg memiliki tulisannya sendiri, itu mempunyai banyak arti,dipandang dari segi sejarah: 
 
1.Kebudayaan daerah itu sudah demikian tinggi,sehingga sudah mampu menciptakan tulisannya sendiri.

2.Adanya tulisan Lampung sebagai bukti,bahwa suku Lampung dalah Suku yg tua dan cerdas,karna kalau     masuknya kebudayaan Hindu belum ada huruf Lampung,tentunya yg dipakai Huruf Hindu,sehingga tidak perlu menciptakan pula huruf Lampung. 

3.Betul ada Huruf Hindu terdapat di Batu tulis (Haur Kuning)dan tulisan jawa kuno diatas Prasasti tembaga di Sukau itu,tetapi rupanya tidak mendapat perhatian (pasaran) penduduk lampung,sama halnya dg huruf dan bahasa Jepang yg dipaksakan kepada rakyat,karna kenyataannya tulisan lampunglah yg tetap unggul dan dipakai disegala plosok daerah Lampung,sampai kepada zaman permulaan penjajahan Belanda.

4,Masyarakat yg menciptakan huruf2nya sendiri,adalah masyarakat yg besar karna bagi masyarakat kecil dn penghidupannya dari satu jenis pekerjaan saja,tidak terlalu membutuhkan surat menyurat. 

5,Bentuk huruf Lampung mirip dg Huruf Rejang,Pasemah,Makasar,Bugis dan Batak,berkemungkinan mereka semuanya berasal dari satu keturunan.seperti halnya dg bahasa Lampung yg dibeberapa tempat(didaerah lampung),agak berlainan dalam logat,tapi dapat dimengerti oleh semua suku lampung.Ahli Sejarah junghuha ada yg mengemukakan bahwa suku lampung itu, sebangsa dng Suku Batak dan pasemah.

6, Huruf Jawa kuno bentuknya berlainan benar dg Huruf2itu.malahan banyak persamaannya dengan Huruf Hindu,menandakan bahwa pada zaman Purba,penduduk lampung telah lebih maju dengan penduduk di Pulau Jawa.

      Tetapi setelah zaman Hindu.Pulau jawa menanjak dg pesat sekali,terbukti dengan adanya candi Burobudur,Mendut Perambanan dll,terutama karna peperangan antara sesamanya.sehingga desa2 menjadi kedatuan2,dari kedatuan menjadi Krajaan yg kian lama menjadi bertambah besar dan kuat,sedangkan di Lampung jauh kebelakangan dimasuki kebudayaan dan peradapan Hindu(ingat tulisan pada batu dibunuk tenuar,bertarikh,966 Qaka atau 1044 Masehi) terjadi sebaliknya dari pada di pulau Jawa itu,yaitu karna peperangan antar suku yg jumlah penduduknya masih sedikit dan daerahnya sangat luas,bukan menimbulkan Krajaan2baru,tetapi mencerai beraikan krajaan yg telah ada. 

      Kami kira tidak ada salahnya kami mengemukakan pendapat kami seperti diatas,karna dalam pergaulan kami dengan ahli2 Sejarah,kami ketahui bahwa didalam memperkancah sesuatu benda penemuan,mereka seringkali menghubung hubungkan sesuatu keadaan dengan keadaan yg lain,sehingga menghasilkan kenyataan yg dapat dibenarkan oleh akal.Mengapakah Huruf Lampung itu disebut huruf Rencong?Sebabnya karna tulisan itu selalu musti merencong(miring)kesebelah kanan jadi lain halnya dengan Huruf Latin yg dapat ditulis secara tegak.
    Apa sebabnya Huruf itu merupakan Siku2 ?sebabnya adanya penemuan ini,sebelum orang dapat membuat kertas,jadi gampang ditulis dng alat pisau,atau benda lain yang tajam ujungnya,untuk dikeratkan atau digoreskan diatas benda2lain yg keras,misalnya pada batang2 kayu atau pada logam.Seperti pernah penulis terangkan bahwa sewaktu diadakan Sensus perhitungan jiwa di zaman Belanda pada thn 1930 yg disebut Volkstelling dg systeem priodevdan momenteller,dalam daerah lampung,hampir semua orang2 dewasa dapat menulis dan membaca,tulisan lampung,sehingga pada surat2 maklumat dan sebagainya,pemerintah menulisnya dg Huruf Lampung tetapi bagaimanakah keadaan sekarang?penulis kira tidak ada 5 persen dari penduduk yg dapat menulis dn membaca dalam tulisan itu lagi..Apakah sebabnya? 

    Jawab:karna tdk ada tempo bagi anak2 untk mempelajarinya dn disekolah sekolah tdk dipelajari.Kalau demikian tentu tidak berapa lama lagi waktunya tulisan huruf lampung yg menjadi kebanggaan itu,dn yyg turut memperkaya kebudayaan nasional aakan lenyap dg sendirinya kecuali jika pemerintah dapat mengadakan ketentuan bahwa tulisan (aksara)lampung itu diharuskan menjadi salah satu mata pelajaran disekolah sekolah dasar dlm Provinsi Lampung..Alhamdulilah puniakan beliau Yg jadi kepedulian selama ini,telah menjadi kenyataan dng menjadikan bahasa lampung salah satu dari mata pelajaran di sekolah2 dasar,masa kini.

sumber : Buku Serba Serbi Asal Usul Suku Lampung
Ahmad Safe'i glr. Sultan Ratu Pikulun Saibatin Kepaksian Buay Belunguh Kenali

disalin oleh : Bima Novian Zurlan

Kebun Tebu Tempat Komplek Batu Peninggalan Zaman Dahulu



cuplikan dari buku AHMAD SAFE'I glr SULTAN RATU PIKULUN

       Tentang daerah kebun tebu tepat komplek batu batu peninggalan zaman dahulu di dekat sumber jaya
Di dalam buku ini telah beberapa kali penulis singgung singgung tentang adanya batu batu peninggalan zaman dahulu kala di kebun tebu,di sebelah atas ibu kota kecamatan sumber jaya daerah ini,bahkan seluruh kecamatan sumber jayadahulunya termasuk di dalam lingkungan daerah ex marga buai belunguh(kenali).
Tempat ini terletak jauh di pedalaman di antara Krui,Kota agung,Teluk betung dan Kota bumi di atas dataran lebar dipagari oleh gunung gunung dan bukit bukit.
      Kira kira dua kilometer dari batu batu bersejarah itu,ada sebuah telaga buatan,juga peninggalan zaman dahulu dan air nya jernih sekali.
Sejak zaman dahulu kala sampai zaman kompeni hingga sekarang daerah yg membentang luas ini di anggap tempat yg paling strategis dalam segi pertahanan,terbukti pada zaman olash aksi militer Belanda tempohari tempat pemerintah kresidenan Lampung(belum berbentuk provinsi)mengungsi dengan angkatan bersenjata dan dari sinilah di atur perlawanan2 gerilya terhadap musuh2 di tempat2 yg telah di duduki mereka.juga dari sinilah dikirim perbekalan2 kesegenap penjuru front2 di daerah lampung.
      Meskipun tempat2 lain banyak sudah diduduki belanda,tetapi di tempat ini sampai pengakuan kedaultan tidak pernah di injak musuh.
Dari penulis punya orang tua,penulis mengetahui bahwa pada zaman penjajah belanda dahulu,sekelompok orang2yg tidak mau tunduk kepada kompeni,mendirikan tempat kediaman nya di sana;jika mereka keluar untuk membeli garam di krui atau di Kotaagung,pada jalan yg di tempuh, mereka patah kan pucuk2 dari tumbuh tumbuhan saja supaya jangan sampai tersesat jalan di waktu pulangnya nanti dan supaya orang Luar jangan sampai mengetahui jalan keperkampungan mereka.
      Walaupun demikian telitinya,tetapi lama kelamaan kompeni mengetahui juga tempat persembunyian mereka itu, yg kemudian di datangkan beberapa banyak serdadu untuk menangkapi mereka.
Meskipun mereka mengadakan perlawanan sengit tetapi karena persenjataan musuh lengkap,apalagi serangan di lakukan secara tiba tiba,maka banyak lah jumlah mereka yg menjadi korban.
Kemudian seluruh rumah2 dikampung di bakar habis oleh kompeni dan mereka yg luka2,juga perempuan2 dan anak2 di angkut/di giring ke teluk betung,
      Sedangkan tempat perkampungan mereka itu kembali menjadi rimba belantara.
Sekian lah yg penulis ketahui dari cerita almarhum orang tua penulis pangeran Jaya Di Lampung,hanya penulis sangat sesalkan tidak menanyakan siapa nama kepala rombongan mereka itu dan dimana keturunan mereka berada sekarang,tetapi yg jelas mereka itu beragama islam,menilik nama telaga yg ada di kebon tebu itu bernama “Telaga Mu'min”.
     Penulis berkeyakinan bahwa keturunan mereka dari kebon tebu yg di tawan penjajah Belanda ke Teluk betung itu,masih ada,apakah tempat mereka menetap di Lampung utara,Lampung tengah,Lampung selatan atau di Kotamadya,lambat launakan diketemukan juga berdasarkan dari pengakuan mereka.
     Keadaan di atas membayangkan bahwa bukan saja perlawanan yg dilakukan oleh Raden Intan di Kalianda tetapi dimana2 rakyat mengadakan perlawanan terhadap kompeni yg akan menjajah Tanah air kita dahulu.
     Bayangkanlah sedangkan penduduk sebuah pulau kecil saja mengadakan perlawanan atas kedatangan penjajah,seperti halnya dengan pulau enggano di bengkulu;bahwa yg sebenar nya nama enggano itu asal dari kata2 portugis,yaitu enggano berarti kecewa atau gagal,berhubung kegagalan bangsa itu mendarat di pulau itu karna perlawanan penduduk nya. (Diegopachece yg berlayar mengelilingi sumatra tahun1520 dari malaka) dan kemudian di zaman kompeni belanda (willem Lodewijoks) tahun 1596 serta berkali kali setelah itu di coba untuk mendarat,tetapi senantiasa menemui kegagalan.
    Dengan kejadian ini,penulis mengambil kesimpulan dengan apa yg penulis bentangkan mengenai Hulubalang si Begu,yaitu percobaan pendaratan musuh di pelabuhan krui dan dapat digagalkan bahkan ditupas oleh pasukan Hulubalang Begur di selalau.mengenai Hulubalang begur dia adalah Hulubalang Kerajaan Buay Belunguh(Kenali).kemudian membawa barang2 rampasan ke Kenali,di buktikan oleh benda2tua yg ada di Gedung dalom kenali. Seperti baju2 rantai, kopiah Hulubalang dari kulit lerbau mirip dengan potongan topi2 waja tentara dan beberapa pucuk meriam mirip dengan lukisan2 khas sepanyol/portugis.

sumber : Buku Serba Serbi Asal Usul Suku Lampung
Ahmad Safe'i glr. Sultan Ratu Pikulun Saibatin Kepaksian Buay Belunguh Kenali

disalin oleh : Bima Novian Zurlan