Kambas Kudan Kanginan
Kambas Kudan Kanginan, Tipukuk Kak Basa Gayah.
Senin, 27 April 2020
Dakhak Sang Pelok
Lahir dan dibesarkan di keluarga petani kopi mengajarkan saya bagaimana rasa pahit dan manis di satukan menjadi sebuah kenikmatan sajian secangkir kopi.
Mengajarkan bahwa pahit nya kehidupan akan berakhir manis apabila dijalankan dengan penuh keikhlasan.
Walaupun bertani kopi hanyalah pekerjaan sampingan yg kedua orang tua sya tekuni setelah pekerjaan dkantor selesai, tapi hasil dari petikan kopi inilah yang membuat keluarga kecil kami hidup dan mencukupi kehidupan.
Satu pesan dari mereka berdua yang selalu saya ingat adalah
"ULIH DAKHAK SANG PELOK KUTTI DAPOK SEKULA"
Nasihat itu yg selalu diingat dan akan selalu menjadi pacuan agar kelak dapat memberikan penghargaan yg tak ternilai untuk mereka berdua..
Selasa, 29 Agustus 2017
Adat tentang Kematian
Sudah menjadi adat dan kebiasaan di daerah Sekala Brak apabila ada kaum kerabat, sanak family yg meninggal dunia untuk melakukan hal hal yang bertujuan memberitahu sanak saudara jauh bahwa ada saudara yang meninggal dunia dan memberikan penghormatan terakhir kepada alm. /almh. Diantaranya :
1. Mengutus seorang yg dipercaya untuk mengumumkan kabar duka tersebut kepada sanak sudara dekat maupun jauh.
2. Memukul atau Menabuh Kelekkup yg menjadi tanda bahwa telah ada saudara yg meninggal dunia.
3. Mendekorasi atau memasang dandan seperti dandan pengantin lengkap dengan ranjang untuk tempat disemayamkan jenazah sebelum dimandikan dan disholatkan. Ketika jenazah diberangkatkan ke pemakaman maka dandan harus langsung dibuka.
4. Pada malam hari nya diadakan takziah sesuai tata cara islam, dan mengadakan Sembahyang Hadiah.
5. Semua yg hadir melayat disuguhkan makanan dan minuman ala kadarnya sebagai ungkapan terimakasih atas kehadiran dan bantuannya, atau yg lebih dikenal dengan istilah Ngepapakhadu.
Maksudnya adalah menyelesaikan segala urusan alm/almh semasa ia hidup.
6. Mengadakan takziah sampai hari ke tiga yg disebut Niga Khani.
7. Mengadakan tahlilan malam ke tujuh yg disebut Nujuh Khani.
8. Mengadakan Tahlilan malam ke sepuluh yg disebut Ngebatang Puluh
9. Mengadakan tahlilan malam ke 40 yg disebut Ngepak Puluh Khani.
10. Mengadakan tahlilan malam ke 100 yg disebut Nyekhatus Khani.
11. Memperingati haul atau wafatnya alm/almh setelah setahun yg disebut Nyetahun.
12. Khusus untuk Saibatin pada waktu diantar kepemakaman maka tidak dibawa dengan keranda melainkan dibawa dengan keranjang besi lengkap dengan dandan ranjang penganton sampai ke pemakaman.
Sumber : Kambas kudan Dipekon (Dipati Cakranegara Kagungan Batin Pekon Awi)
Ditulis ulang : Bima Novian Zurlan
"Bayuk" Salah Satu Alat Rumah Tangga Khas Sekala Brak
Padahal ada lagi benda yg terbuat dari anyaman bambu berbentuk persegi panjang berukuran kira kira 30x20cm.
"Bayuk" merupakan benda yg dahulu biasanya digunakan oleh orang Lampung di Sekala Brak untuk menaruh dan membawa nasi ketika akan bepergian dan atau hanya sekedar menaruh nasi dirumah.
Fungsi nya yg hampir sama dengan lakkai ini yg membuat orang menggunakan Bayuk ini agar nasi tetap bagus dan tidak basi.
Pada zaman sekarang, Bayuk sudah jarang kita jumpai. Bahkan hampir tidak ada lagi yg memilikinya dan mebuatnya. Berbeda dengan lakkai yg sampai saat ini masih ada pengrajin dan penjualnya.
Selasa, 26 Juli 2016
Keputusan Hasil "Himpun Sai Batin Paksi"
Bismillahirrohmanirrohim
Berkat rahmat Allah Swt. serta dengan didorongkan rasa tanggung jawab sebagai pewaris Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak pelaksanaan Himpun Adat Sai Batin Paksi telah dilaksanakan bertepatan dengan Festival Sekala Brak III tahun 2016.
Pada hari ini Kamis tanggal dua puluh satu juli tahun duaribu enambelas (21-07-2016) bertempat di Gedung Dalom Pekuwon Ratu Kepaksian Nyerupa kami 'Sai Batin' Raja Adat Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak Lampung melakukan "HIMPUN ADAT SAI BATIN PAKSI" (musyawarah agung Sultan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak) dengan hasil keputusan sebagai berikut :
I. Bahwa dengan memperhatikan ejaan huruf lampung khususnya di Negeri Asal Sai Batin dipandang perlu merubah kalimat BGHAK menjadi BEKHAK (huruf G menjadi K)
II. Bahwa dalam rangka pelestarian seni dan adat budaya lampung yg ada di Bumi Sekala Bekhak dipandang perlu merubah nama-nama desa/pekon menjadi nama-nama dalam istilah Lampung.
III. Bahwa dipandang perlu mengevaluasi kembali realisasi hasil keputusan Himpun Adat Sai Batin Paksi tahun lalu (2014-2015)
IV. Agar Pemerintah Daerah Lampung Barat untuk dapat membuat monumen Tugu Paksi Pak Sekala Bekhak di Way Mengaku Liwa Ibukota Lampung Barat.
V. Agar Pemerintah Daerah melalui Dinas Kehutanan untuk dapat mengikutsertakan Sai Batin Paksi Pak Sekala Bekhak dalam pengawasan, pelestarian dan pengakuan hutan ulayat hak masyarakat adat sesuai keputusan MK. No 35/Pi.u/2012 yg menetapkan hutan adat.
VI. Agar Pemerintah Daerah Lampung Barat senantiasa menggali dan mempromosikan budaya kearifan lokal yg ada di Bumi Sekala Bekhak.
Demikian hasil Himpun Adat ini dibuat untuk disampaikan kepada pihak Eksekutif dan Legislatif Kab. Lampung Barat guna dipertimbangkan dan ditindak lanjuti.
"Gedung Dalom Pekuwon Ratu" Kepaksian Nyekhupa , 21 Juli 2016
SAI BATIN KEPAKSIAN NYEKHUPA
dto.
Drs. Salman Parsi
glr. Sultan Pikulun Jayadiningrat
Tembusan disampaikan kepada Yth.
1. Bapak Gubernur Lampung
2. Ketua DPRD Lampung
3. Bapak Bupati Lampung Barat
4. Ketua DPRD Lampung Barat
Rabu, 09 Maret 2016
Sistem Perkampungan di Sekala Brak
"Sistem Perkampungan di Sekala Brak"
Oleh: Bima Novian Zurlan
Sumber : Among Batin Raja Sunan
Dalam bahasa Lampung (dialek A) Kampung yaitu PEKON, yaitu suatu tempat yg terdiri atas rumah rumah yang dijadikan sebagai tempat tinggal secara menetap.
Apabila tempat tersebut tidak dijadikan tempat menetap dan hanya sementara waktu dan kemudian berpindah tempat lagi maka di sebut UMBUL, seperti halnya di kebun dan ladang. (contoh: Umbul Liokh, Umbul Bakhu, Umbul Cincau, dsbg.)
Dapat disebut pekon juga apabila disitu telah ada sistem kekerabatan adatnya, berarti disitu telah ada yang duakui sebagai pemimpin adatnya (dalam hal ini Kebot,Jukkuan,Sumbai, dsb.)
Letak perkampungan orang sekala brak ada dua macam yaitu:
1. Dipinggir sungai, karena pada zaman dahulu belum ada jalan raya, melainkan sungai sebagai sarana penghubung dari satu tempat ketempat lain.
2. Diatas gunung, biasanya orang membuat rumah yang disekitar rumah nya merupakan jurang atau tmpat yg terjal, dimaksudkan sebagai upaya perlindungan dari binatang buas dan musuh.
Pada sekeliling kampung terutama bagian depan kampung dibuat parit yang dalam dan diatas parit tersebut dipasang jembatan yg sewaktu waktu dapat dipasang dan dilepaskan. Dengan demikian musuh musuh mereka tidak dapat masuk kedalam perkampungan.
Akan tetapi sekarang letak perkampungan ini sudah berubah, yaitu mengikuti alurnya jalan raya, karena mereka merebut fasilitas seperti kemudahan transportasi dan penerangan listrik, juga dapat dijadikan tempat usaha. Sehingga banyak kampung atau pekon yang berdiri sudah ratusan tahun akan tetapi tidak dipinggir jalan raya, lalu ditinggalkan dan sekarang menjadu hutan belukar.
Rabu, 24 Februari 2016
Butattah / Pengumuman Gelar Adat
Butattah
Khanno dia pun
Kham khuppok pakhda nengis
Jak selang bidang khuang
Jak suku unggal paksi
Sai nengis ya musenang
Sai tukhuk jadi saksi
Canang mulai budetang
Budetang kaunang unang
Jak jaoh jak pasuk ni
Jo canang hacak ya tanno
Kittu bang lain canang
Mak canang hacak ya tanno
Hinno sai kekhamahan
Canang kepaksian pernong
Warisan kanjak saka
Sapa nengis ya minong
Sapa ngaliak ya hila
Canang sepungguk khayu
Melibukh didunia
Sapa nengis ya khindu
Telaju pedom saka
Indani tupai tanoh
Disebekhang ni lautan
Sapa nengis ya iwoh
Pedom mundukh nginongan
Sikindua jo dija
Dikayin tian khuppok
Tiyan khuppok sai batin
Sai batin ni sai batin
Sai batin paksi pak sekala brak
Sai batin kepaksian pernong
Haga ngebakhko adok demi cakha pengadok
Nengis cawa kemanno
Kutulak skindua
Ngucakko mawat pandai
Kedua mak kuwawa
Ketelu mak kehalu
Keepak mak kebukak
Kelima mak biasa
Keenom mak ke angon
Kepitu mak kebindu
Kidang payu do khayya
Nyin kham khuppok ngelajuko guai
Nyom sinyom lalang sinyom
Ipon tandok suwasa
Lamon ulun sai nalom
Mak dikayin saibatin dija
Nyom sinyom lalang sinyom
Ipon mas kebelah kanan
Lamon sai mupunalom
Kidang skindua sai manan
Ngebalakko tayuhan
Dikhani kebian sinji
Temon hanjak mupappan
Kuppul unyin minak muakhi
Sukur kik sangon pandai
Lehot sikam tah salah
Sai nambi muli mekhanai
Jak tanno babbai khik khagah
(Pembacaan SK adat)
Dekhai dekhai ngelahai
Babbai nyepok penyapu
Cuba tengis kutti pai
Adok sai nomor satu
Khayya kik injuk Atin Beliauan
(Nama) jo buadok (gelar adatnya)
Puunn kham khuppok pakhda nengis
Dang ngelagok di kijing
Sangon sekhaba tikkak
Tattu ya timbang mikhing
Kik babbai mak ti cacak
Khayya kik injuk Gusti Batin
(Nama) jo buadok (gelar adatnya)
Puunn kham khuppok pakhda pandai
Indani tupai tanoh
Kena sembetik lihai
Jak tanno sappai jimmoh
Adok haga tipakai
Kik menukhut kutti pai
Sai kejung sai balikni
Kidang hattak ija pai
Waktu na jo sebagi
Dekap dekap mehuap
Seluang di way maja
Skindua kilu mahap
Kik salah tata cakha
Minggu, 17 Januari 2016
Alat Berarak / Lapahan dilom Jukkuan Paksi
Alat Berarak / Lapahan dilom Jukkuan Paksi
Paksi Buay Pernong
Paksi Pak Sekala Brak
Oleh: Bima Novian Zurlan
•Tudung Khanggal 1 Warna Hijau
•Tudung Khenoh
•Pedang 1
•Tumbak 1
•Lappit Pesikhihan 1
•Lappit Salinan 1
•Panji panji 6 buah
Penjelasan:
1. Tudung Khanggal berwarna Hijau
Yang dipayungi dibawah Tudung Khanggal adalah Anak Tertua Gadis Kepala Jukku (Muli Batin Jukkuan Paksi) dan atau Istri Kepala Jukku (Radin Ayu Kesuma). Atau dapat juga orang yg ditunjuk namun masih memiliki ikatan darah dengan kepala jukku.
2. Tudung Khenoh digunakan untuk memayungi pengantin baik laki² maupun perempuan.
Dalam hal ini tudung khenoh berukuran lebih kecil yaitu hanya panjang ½ dari tudung khanggal.
4. Pedang di sebelah kanan Tudung Khanggal menjaga keamanan Mulli Batin.
5. Tumbak disebelah kiri Tudung Khanggal menjaga keamanan Mulli Batin.
6. Lappit Pesikhihan ,merupakan alat menyirih dan tikar alas duduk yg dijunjung dikepala menggunakan Pahakh. Berada di sebelah kanan depan Tudung Khanggal.
7. Lappit Salinan, merupakan alat pakaian pengantin apabila pengantin hendak diantar atau BUATTAK. Berada di sebelah kiri depan Tudung Khanggal.
8. Panji Panji atau Alam berjumlah 6 buah. (3 dikanan dan 3 dikiri)
Jumlah panji panji : Apabila panji panji Turun langsung dari Rumah Kepala Jukku maka panji panji berjumlah 6. Sedangkan apabila panji panji turun dari Lamban syahibul hajat yg masih merupakan Jamma Balakni Jukkuan Paksi maka jumlah nya disesuaikan tingkatan jenjang Adok yg disandang oleh syahibul hajat tsb..
Panji panji yg berjumlah 6 tsb dihitung dr gelar adat Sang kepala Jukkuan dn gelar jamma balakni jukkuan tsb, yaitu : 1.Raja 2.Batin 3.Khadin 4.Minak 5.Kimmas 6.Mas
Jumlah panji panji juga dapat dipakai sesuai ketentuan dan perintah kepala Jukku.
Sumber:
•Among Batin Raja Sunan Lamban Kejayaan Kegeringan Kepaksian Pernong.
•Buku Kambas Kudan di Pekon : Depati Cakranegara Lamban Kagungan Batin Pekon Awi

